
Dalam upaya mempercepat langkah internasionalisasi program studi serta menyelaraskan mutu kurikulum dengan standar global, Ketua Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Pakuan (UNPAK), Ir. Wahyu Gendam Prakoso, S.TP., M.Si., menghadiri agenda prestisius International Technical Workshop for Belt and Road Countries Port and Waterway Construction di Kota Tianjin, Republik Rakyat Tiongkok.
Kegiatan yang berlangsung intensif selama 15 hari, mulai tanggal 31 Mei hingga 14 Juni 2026 ini, diinisiasi langsung oleh Kementerian Sains dan Teknologi serta Kementerian Transportasi Republik Rakyat Tiongkok. Lokakarya ilmiah berskala global ini diselenggarakan secara mandiri oleh Tianjin Research Institute for Water Transport Engineering (TIWTE) bekerja sama dengan Tianjin Maritime Safety Administration (Tianjin MSA).

Strategis untuk Revisi Kurikulum Sipil 2026
Partisipasi aktif Universitas Pakuan dalam forum internasional ini memegang peranan krusial, terutama di tengah fase transformatif program studi yang sedang memimpin secara komprehensif agenda Revisi Kurikulum Teknik Sipil 2026. Pembaruan kurikulum ini ditargetkan secara ketat untuk memenuhi parameter akreditasi internasional Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABEE) serta standar nasional Lembaga Akreditasi Mandiri Program Studi Keteknikan (LAMTEK).
Selama lokakarya, berbagai kajian hidroteknik tingkat tinggi berhasil diserap, mulai dari kemajuan pemodelan fisik rekayasa pelabuhan oleh Prof. Chen Hanbao, otomatisasi pelabuhan pintar (smart port) oleh Prof. Zhang Huaqin, filosofi resiliensi tata air muara sungai oleh Prof. Feng Xiaoxiang, durabilitas material beton pelabuhan oleh Dr. Xue Runze, hingga rekayasa hijau Terusan Pinglu oleh Prof. Yang Yunping. Khazanah keilmuan maritim mutakhir ini akan langsung diintegrasikan ke dalam silabus materi ajar Rekayasa Pelabuhan, Hidrologi Lanjut, dan Metode Numerik di Universitas Pakuan.

Membuka Peluang Kerja Sama Makro: Konsorsium Tripartit Bersama ITB dan ITS
Tidak hanya berfokus pada pengayaan akademik internal, diplomasi sains yang dilakukan selama di Tianjin berhasil merumuskan empat pilar rencana tindak lanjut kerja sama strategis berskala makro. Langkah ini akan melibatkan Universitas Pakuan bersama dua institusi teknik terkemuka di Indonesia, yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS):
Program Gelar Ganda (Double Degree): Inisiasi program double degree untuk jenjang Magister (S2) dan Doktor (S3) bagi mitra konsorsium ITB dan ITS yang bekerja sama dengan Tianjin University serta Zhejiang University.

"Keikutsertaan Universitas Pakuan dalam forum global ini merupakan milestone strategis. Kami tidak hanya membawa pulang pembaruan sains untuk memperkuat Kurikulum 2026 yang berbasis standar IABEE dan LAMTEK, tetapi juga membuka gerbang kolaborasi makro yang masif. Peluang hibah laboratorium bersama ITB dan ITS, serta skema joint research berbasis kecerdasan buatan, akan menempatkan riset hidroteknik Universitas Pakuan di peta rekayasa internasional," ujar Ir. Wahyu Gendam Prakoso, S.TP., M.Si., di sela-sela penutupan kegiatan.
Melalui luaran lokakarya ini, Fakultas Teknik Universitas Pakuan membuktikan komitmennya untuk terus melahirkan inovasi global, meningkatkan daya saing lulusan, serta memperkuat hilirisasi riset dosen yang berdampak nyata bagi pembangunan infrastruktur keairan dan mitigasi kebencanaan di Indonesia.